Rilis Data Neraca Perdagangan Dapat Mempengaruhi Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini

Rabu,15 November 2017

Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.(KOMPAS IMAGES)

 

1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dibuka Rebound Pada Perdagangan Hari Ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka rebound pada perdagangan hari ini, meski pasar saham Asia umumnya memerah. IHSG naik 17 poin ke level 6.005. IHSG mencoba melewati level 6.000, setelah kemarin ditutup tumbang ke posisi 5.988,29. Ini untuk pertama kalinya  indeks jatuh ke bawah level psikologis pada November ini. Pergerakan IHSG melawan arus bursa Asia yang melemah. Melemahnya bursa Wall Street dan harga minyak memicu sentimen negatif di pasar Asia.

 

2. Dana Moneter Internasional Memproyeksikan Perekonomian Indonesia Akan Tumbuh Positif.

Dana Moneter Internasional  memproyeksikan perekonomian Indonesia akan  tumbuh positif, dari 5,1 persen di 2017 ke 5,3 persen di 2018. Dalam jangka menengah, keberlanjutan pertumbuhan ditentukan reformasi  pajak, produksi, tenaga kerja, dan pasar keuangan.  Evaluasi tim IMF terhadap perekonomian Indonesia tahun ini mencatat secara umum ekonomi Indonesia berjalan sangat baik. Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi,  inflasi juga rendah, nilai tukar rupiah stabil, dan transaksi berjalan baik.

 

3. Rilis Data Neraca Perdagangan Dapat Mempengaruhi Pergerakan Kurs Rupiah Hari Ini.

Rilis data neraca perdagangan dapat mempengaruhi pergerakan kurs rupiah hari ini. Pelaku pasar berekspektasi neraca dagang akan kembali surplus. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri berpendapat, jika ekspektasi pelaku pasar tepat, rupiah akan menguat. Tapi penguatan terbatas jika data inflasi Amerika Serikat naik. Sementara, pergerakan dollar AS cenderung stagnan. Isu kenaikan suku bunga The Fed dan rencana reformasi pajak AS tidak lagi berdampak bagi dollar AS. Pasar mulai menyesuaikan diri.