#SonoraFlash: Sandiaga Pastikan BKB Bebas Bedeng Liar Hingga Waspada Hujan dan Longsor

Rabu,15 November 2017

SONORA/Ines

 

 

SONORA.CO.ID - Sandiaga Uno akan memastikan jalur inspeksi di Banjir Kanal Barat bebas dari bedeng-bedeng liar, potensi bencana-bencana di musim hujan, serta potensi pergeseran tanah dan longsor di Jakarta. Berikut kilasan berita Sonora hari Selasa (14/11).

 

1. Banjir Kanal Barat Harus Bebas dari Bedeng Liar

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memastikan akan menjaga jalur inspeksi Banjir Kanal Barat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, tidak lagi dipenuhi oleh bedeng-bedeng liar. Jalur inspeksi tersebut harus dikosongkan, untuk memudahkan masuknya alat-alat berat yang akan melakukan pengerukan kanal. Menurut Sandiaga, pengerukan kanal diperlukan untuk mengantisipasi potensi banjir pada saat musim hujan. Lebih lanjut Sandiaga pihaknya akan menempatkan Satpol PP untuk menjamin jalur inspeksi tidak lagi dipenuhi bedeng liar, Pemprov DKI Jakarta tidak akan melakukan relokasi, terhadap penghuni bedeng liar yang telah digusur pada akhir pekan lalu.

 

2. Waspada Potensi Bencana pada Musim Hujan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta menghimbau masyarakat agar mewaspadai potensi bencana pada musim hujan saat ini. Kepala pelaksana BPBD DKI Jakarta, Jupan Royter S. Tampubolon meminta masyarakat segera melapor ke BPBD, apabila mengalami atau mengetahui terjadinya banjir, pohon tumbang dan sebagainya. Masyarakat dapat melapor ke BPBD di nomor 112 bebas pulsa. Lebih lanjut Jupan Royter memastikan, BDPD DKI Jakarta akan segera berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk merespon laporan bencana dari masyarakat. Di sisi lain, masyarakat diminta lebih aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam mewaspadai potensi bencana saat ini.

 

3. Potensi Pergerakan Tanah dan Longsor di Jakarta

BPBD DKI Jakarta mengingatkan masyarakat tentang adanya potensi pergerakan tanah dan longsor, pada musim hujan saat ini. Dua wilayah yang memiliki potensi pergerakan tanah cukup tinggi, yaitu di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Jupan Royter S. Tampubolon, pergerakan tanah dapat timbul apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Potensi pergerakan tanah di Jakarta Selatan antara lain terdapat di Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Pancoran dan Pasar Minggu. Sedangkan potensi pergerakan tanah di Jakarta Timur terdapat di Kramat Jati dan Pasar Rebo.