#SonoraFlash: Pimpinan KPK Masih Status Terlapor Hingga Penutupan Diskotik Diamond

Rabu,15 November 2017

dok. SONORA

 

 

 

SONORA.CO.ID - Dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Saut Situmorang, yang dilaporkan ke polisi masih berstatus terlapor dan Diskotik Diamond yang akan ditutup pasca ditemukannya kasus peredaran narkoba. Berikut kilasan berita Sonora hari Selasa (14/11).

 

1. Diskotik Diamond Dipastikan akan Ditutup 

Pemprov DKI Jakarta dipastikan akan menutup Diskotik Diamond di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Penutupan tersebut menyusul ditemukannya kasus penggunaan narkoba di Diskotik Diamond, pada bulan lalu. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, diskotik atau lokasi hiburan malam yang terbukti menjadi lokasi peredaran narkoba akan langsung ditutup, dan tidak akan diijinkan kembali beroperasi. Lebih lanjut Anies meminta semua pengelola lokasi hiburan malam agar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi, dalam mencegah peredaran narkoba di lokasi masing-masing.

 

2. Sandiaga Meminta Warga Bersifat Fair dalam Menilai Kinerja PPSU

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meminta warga Jakarta agar bersikap fair, dalam menilai kinerja para petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum, atau PPSU. Permintaan ini untuk merespon keluhan warga, tentang kinerja PPSU yang dinilai menurun. Menurut Sandiaga, PPSU yang telah bekerja baik perlu diapresiasi, sedang PPSU yang belum bekerja baik harus dimotivasi. Sandiaga memastikan, Pemprov DKI Jakarta akan terus mendorong PPSU agar sigap dalam menjalankan tugasnya. Di sisi lain, para pejabat Pemprov juga diminta selalu bersiaga, dalam mengantisipasi potensi bencana selama musim hujan saat ini.

 

3. Dua Pimpinan KPK Masih Berstatus Terlapor

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Susetyo Wasisto kembali menegaskan bahwa status sejumlah pimpinan KPK hingga kini masih terlapor, meskipun penyidik Polri telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan terhadap mereka. Hal ini berbeda dengan penerbitan Sprindik di KPK, dimana pihak terlapor di KPK dipastikan akan menjadi tersangka apabila telah diterbitkan Sprindik. Menurut Susetyo, penyidikan kasus yang melibatkan pimpinan KPK dapat dihentikan melalui SP3, apabila tidak ditemukan bukti yang kuat. Hingga saat ini penyidik Polri masih mengumpulkan bukti-bukti, yang terkait dengan laporan Ketua DPR, Setya Novanto. Setya menggugat Pimpinan KPK, karena dinilai melakukan penyalahgunaan wewenang dan penerbitan dokumen palsu.