Menlu Tegaskan US Tidak Pernah Konsultasi dengan Indonesia terkait Yerusalem

Kamis,07 Desember 2017

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers seputar dibebaskannya warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Sepuluh awak kapal pandu Brahma 12 milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang disandera sejak 26 Maret lalu, telah tiba di Jakarta.(KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

 

 

1. Menlu Tegaskan US Tidak Pernah Konsultasi dengan Indonesia terkait Yerusalem.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan, Amerika Serikat tidak pernah berkonsultasi dengan Indonesia soal pengakuan Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Indonesia justru berkali-kali mengingatkan Amerika Serikat agar tidak membuat pengakuan tersebut. Sebelumnya, Duta Besar AS di Jakarta,  Joseph R Donovan, menyebut  bahwa  pemerintah Amerika sudah berkonsultasi dengan beberapa negara, termasuk Indonesia, sebelum membuat keputusan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

 
 
2. Kasus Setnov Akan Disidangkan Rabu.
 
Ketua DPR Setya Novanto, tersangka korupsi pengadaan KTP elektronik, akan mulai disidangkan pada Rabu, 13 Desember, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Kepala Humas Pengadilan Tipikor, Ibnu Basuki Widodo, mengatakan, susunan majelis untuk perkara Novanto telah ditetapkan. Sementara untuk berkas perkara Novanto, Ibnu menyampaikan, berkas yang diserahkan KPK sudah lengkap seluruhnya. Surat dakwaan juga sudah diterima pihak pengadilan tipikor.
 
 
3. Kurs Rupiah Ditutup Melemah.
 
Kurs rupiah ditutup melemah terhadap dollar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini. Mengutip Bloomberg, di pasar spot, nilai tukar rupiah melemah tipis 0,05% ke level Rp 13.554 per dollar AS. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, rupiah kembali tertekan oleh faktor eksternal, khususnya dari AS. Pada saat yang sama, belum ada sentimen dalam negeri yang mampu mendongkrak rupiah. Penguatan dollar AS masih didorong oleh respons positif para pelaku pasar terhadap rancangan kebijakan reformasi perpajakan yang telah disetujui Senat.