#SonoraFlash Menkeu Bantah Kabar Kenaikan Gaji Presiden

Selasa,13 Maret 2018

dok. Biro Setpres/Laily Rachev

 

 

1. Menkeu Bantah Kabar Kenaikan Gaji Presiden

Menteri Keuangan, Sri Mulyani membantah kabar yang menyatakan, gaji Presiden akan dinaikkan menjadi Rp 553 juta per bulan. Kabar tersebut terkait dengan rencana pemerintah menerbitkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang gaji dan tunjangan aparatur sipil negara. Menurut Sri Mulyani, kabar tersebut bohong, dan Pemerintah tidak pernah membahas wacana lonjakan kenaikan gaji Presiden. Terkait isu kenaikan gaji aparatur sipi negara, Sri Mulyani menyatakan, Pemerintah masih melakukan kajian atas rencana tersebut dalam pembahasan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2019 dan RAPBN 2019.

 

2. Polda Metro Jaya Masih Memburu Pihak Penyebar Hoaks

Polda Metro Jaya hingga kini terus memburu pihak-pihak yang masih menyebarkan berita bohong atau hoaks di media sosial. Dalam beberapa hari mendatang, tim patroli cyber akan menangkap tersangka baru penyebaran hoaks. Menurut Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, Polda Metro Jaya memiliki sejumlah divisi yang terkait dengan penanganan kasus hoaks, dan seluruhnya telah bersinergi untuk menangani hoaks yang marak beredar saat ini. Argo menambahkan, saat ini peredaran hoaks sangat marak, bahkan Polda Metro Jaya menerima laporan hoaks dari masyarakat sebanyak 4-5 laporan per hari.

 

3. KPK Titipkan Dua Ekor Kuda Kepada Istana Kepresidenan Bogor

KPK telah menitipkan dua ekor kuda jenis Sandalwood yang telah ditetapkan sebagai hasil gratifikasi dan dinyatakan sebagai milik negara, kepada Istana Kepresidenan Bogor. Kedua kuda tersebut diserahkan oleh Presiden pada tahun lalu, dan dinyatakan sebagai gratifikasi oleh KPK pada 11 Oktober 2017. Direktur Gratifikasi KPK, Giri Supradiyono mengatakan, pihaknya terpaksa menitipkan kedua kuda tersebut ke Istana Bogor karena KPK belum memiliki fasilitas pemeliharaan hewan hasil gratifikasi. Presiden Joko Widodo menerima dua ekor kuda Sandalwood dari masyarakat Nusa Tenggara Timur pada pertengahan Juli 2017. Kedua kuda tersebut menjadi bagian dari sejumlah barang hasil gratifikasi yang telah dilaporkan Presiden kepada KPK sepanjang tahun 2017 dengan total nilai Rp 58 miliar.