Indonesia Siapkan Visi Khusus Dalam Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia

Rabu,14 Maret 2018

dok. Biro Setpres/Laily Rachev

 

 

1. Bursa Saham Asia Kompak Menurun di Pertengahan Pekan

Bursa saham kawasan Asia kompak menurun di pertengahan pekan ini. Pada awal perdagangan pagi ini, Indeks Nikkei dan Hang Seng dibuka melemah. Salah satu sentimen negatif pasar hari ini adalah pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson. Mundurnya Tillerson menimbulkan kekhawatiran bahwa langkah proteksionisme AS akan semakin besar. Sementara itu, indeks harga saham gabungan juga terkena imbas pelemahan global dengan dibuka turun 12 poin ke 6.401.

 

2. Respon Gubernur BI Atas Prediksi Rupiah Melemah ke 15.000 per Dollar

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo angkat bicara menyusul pernyataan dari Lembaga rating Standard and Poor’s yang memprediksi rupiah berpotensi melemah ke level 15.000 rupiah per dollar Amerika Serikat. Agus mengatakan, selama ini BI bisa menjaga stabilitas rupiah tetap mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia dan rupiah berada di kisaran seperti sekarang Rp 13.750. BI melihat sejak Februari hingga Maret ini terjadi tekanan pada rupiah, dampak dari sentimen eksternal di AS.

 

3. Indonesia Siapkan Visi Khusus Dalam Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia

Indonesia menyiapkan visi khusus dalam pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia pada Oktober mendatang. Yakni terkait perkembangan teknologi guna mendorong financial institution dan financial operation negara berkembang. Menteri Keuangan sekaligus Wakil Ketua Panitia pertemuan IMF - Bank Dunia,Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembahasan ekonomi digital karena teknologi berubah sangat cepat. Ini dapat mempengaruhi dan mengganggu institusi keuangan dan financial operation.