KAI Tambah Kereta untuk Mudik hingga Pembongkaran GT Cikarang Utama

Senin,16 April 2018

1. KAI Jual Tiket Kereta Tambahan
PT. Kereta Api Indonesia (KAI) akan kembali menjual tiket kereta tambahan untuk arus mudik Lebaran 2018. Tiket tambahan akan dijual mulai 16 April mendatang untuk 40 relasi perjalanan. Menurut Dirut PT. KAI, Edi Sukmoro dalam konferensi pers di Jakarta tanggal 13 April 2018, tiket tambahan akan dijual sebanyak 23 ribu lembar per hari. Sementara itu kereta tambahan akan dioperasikan mulai tanggal 8 hingga 25 Juni 2018. Sementara itu jumlah tiket kereta api reguler yang melayani angkutan mudik Lebaran 2018 hingga 13 April 2018 baru terjual sebanyak 42%. Masyarakat masih dapat memesan tiket untuk arus mudik melalui berbagai saluran pemesanan yang disediakan.
 
2. Peraturan Pemerintah untuk Mengatur Penggunaan Pesawat Kepresidenan Dalam Masa Kampanye
KPU menyarankan Pemerintah agar menerbitkan Peraturan Pemerintah untuk mengatur penggunaan Pesawat Kepresidenan dalam masa kampanye Pilpres 2019. Pemerintah juga perlu menyampaikan penjelasan apakah Pesawat Kepresidenan memang merupakan bagian dari pengamanan Presiden. Menurut Komisioner KPU, Hasyim Ashari dalam penjelasan kepada wartawan pada 13 April 2018, pihaknya akan mengijinkan calon presiden petahana menggunakan Pesawat Kepresidenan apabila fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengamanan Presiden. Hasyim mengingatkan, penggunaan Pesawat Kepresidenan pada masa kampanye hanya dapat dilakukan untuk kegiatan kepresidenan. Selain itu, calon presiden petahanan juga dilarang membawa tim kampanye di dalam pesawat tersebut.
 
3. Pembongkaran Gerbang Tol Cikarang Utama
PT. Jasa Marga mengusulkan pembongkaran Gerbang Tol Cikarang Utama setelah Lebaran 2018. Usulan ini bertujuan mengurangi kemacetan lalulintas di jalan tol Jakarta Cikampek karena gerbang tol tersebut menjadi titik pertemuan dari sejumlah ruas tol. Menurut Direktur Operasi Dua Jasa Marga, Surbakti Syukur dalam konferensi pers pada 13 April 2018 usulan tersebut telah disampaikan kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai lembaga yang berwenang. Gardu Cikarang Utama selama ini lebih banyak melayani kendaraan komuter yang berasal dari daerah-daerah penyangga Jakarta. Jasa Marga berencana membangun gerbang tol tambahan di pintu-pintu keluar untuk mendistribusikan potensi kemacetan yang selama ini terfokus di Gerbang Tol Cikarang Utama.