Jadikan Efek Ketidakpastian Global Ekonomi ke Arah yang Lebih Positif

Kamis,11 Oktober 2018

 
 
 
 
Jakarta, SONORA.CO.ID – Perang dagang Amerika Serikat (AS)-China menyebabkan kondisi ekonomi global semakin tidak pasti, terutama di wilayah Asia. Namun, yang penting adalah bagaimana membawa efek ketidakpastian ini menjadi hal yang positif bagi negara-negara yang terkena imbasnya. Peryataan tersebut disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ketika menerima Global Head of Wholesale Banking, ING Amsterdam, Isabel Fernadez, di Kantor Wapres, Jl Merdeka Utara, Kamis 11/10.
 
Lebih jauh Wapres menjelaskan, AS memberlakukan pengenaan tarif impor 25 persen untuk produk China, seperti bahan-bahan garmen, sepatu olahraga, dan mesin-mesin industri kecil. Peluang ini bisa dimanfaatkan Indonesia, Thailand, atau Vietnam dalam memenuhi kebutuhan produk import AS.   
 
Hal positif lainnya, lanjut Wapres, harga minyak juga mengalami kenaikan dibandingkan dua tahun lalu.
 
“Jadi, nilai ekspor kelapa sawit kita, pelan-pelan terus beranjak naik,” terang Wapres.  
 
Dalam kesempatan tersebut, Fernandez menyampaikan, Indonesia termasuk salah satu negara yang mengalami kestabilan ekonomi dalam 10 tahun terakhir. Hal ini membuat ING ingin terus berinvestasi di negara ini. 
 
Menurut Wapres kestabilan tersebut disebabkan Indonesia merupakan negara yang demokratis dan menjunjung perdamaian meskipun berbeda pilihan. Dalam penyelenggaraan Pemilu misalnya, Indonesia berhasil menciptakan suasana yang damai, tanpa konflik yang berujung korban jiwa. 
 
Disamping itu, lanjut Wapres, Pemerintah Indonesia telah melakukan reformasi birokrasi dalam meningkatkan pelayanan publik. 
 
“Dalam tiga tahun kita lakukan reformasi dengan sistem online.  Untuk imigrasi, pengajuan working permit kini juga jauh lebih mudah,” ungkap Wapres. 
 
Terkait investasi, Wapres menyarankan, bentuk investasi di Indonesia sebaiknya dilakukan dalam platform jangka panjang, misalnya dalam bentuk investasi infratruktur. 
 
“Karena infrastruktur adalah program tanpa akhir (unending program). Infrastruktur selalu dibutuhkan, baik negara miskin, berkembang, atau negara maju sekalipun. Hal ini disebabkan populasi terus bertambah dan gaya hidup juga terus mengalami perubahan. Investasi infrastruktur tidak harus semua dengan pemerintah, tapi juga dengan sektor swasta,” ucap Wapres. 
 
Fernandez menilai, Indonesia memiliki hubungan yang kuat dengan Jepang, terutama dalam hal investasi. Ia pun menanyakan kepada Wapres faktor apa yang membuat suatu negara bisa mempunyai investasi yang kuat di negara ini.
 
“Jepang terus bertahan meskipun Indonesia mengalami krisis pada tahun 1998,” tutur Wapres singkat.
 
Di awal pertemuan, Fernandez yang baru pertama kali datang ke Indonesia, menyampaikan bela sungkawa kepada korban bencana yang terjadi di Palu. 
 
“Kami terkesan bagaimana Pemerintah Indonesia secara cepat merespon darurat bencana,” pujinya.
 
Hadir mendampingi Isabel Fernandez dalam pertemuan diantaranya Head of Corporate Asia, ING Singapore, Eddy Henning, dan Chief Representative Officer, ING Bank Jakarta, Robertus Kuswendri.
 
Sementara Wapres Jusuf Kalla didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Bambang Widianto, dan Staf Khusus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan Wijayanto Samirin. 
 
 
(Sumber : SK, KIP-Setwapres / Is )